Exercise
16
SEKAPUR SIRIH
SEJAK awal datangnya
Freefort ke daerah suku Amungme di ahkir tahun 60-an,suku amungme telah
menyatakan ketidak setujuannya. Berbagai cara ketidaksetujuan telah mereka
ungkapkan, antara lain dengan menancapkan tombak dan anak panah di lokasi
pertambangan, lokasi perumahan di Tembagapura, blokir jalan konstruksi untuk
perumahan di Kuala Kencana, bahkan sampai meledakkan pipa penyalur konsentrat
tembaga, telah dilakukan suku Amungme. perundingan demi perundingan telah di
lalui, lewat perjanjian yang di sebut dengan January Agreement tahun 1974, dan terakhir dengan tawaran Dana
Abadi 1% dari keuntungan kotor. Tetapi sampai sekarang orang Amungme tetap
tidak bahagia dengan adanya Freeport. Dan ketidakpuasan itu terus menerus
mengganggu keberlangsungan hidup suku ini. Konflik demi konflik masih tetap
berlangsung.
Ketidaksenangan mereka atas
beroperasinya Freeport di tanah leluhur mereka itu menyebabkan mereka menjadi
subjek kekerasan oleh oknum-oknum aparat negara dan keamanan. Protes-protes
mereka diasosiasikan sebagai bagian dari gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM),
walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa ketidakpuasan mereka atas beroperasinya
Freeport telah menyebabkan beberapa orang dari suku ini bergabung dengan OPM.
Selama tigapuluh tahun, suku ini hidup di dalam tekanan yang sangat kuat,
mengalami berbagai pelanggaran hak asasi manusia seoperti diintai terus
menerus, penculikan, dipenjara tanpa proses hukum, disiksa, diperkosa dan
lain-lain
Tom Beanal adalah salah satu
putra terbaik suku Amungme. Dia adalah satu dari sedikit anak-anak Amungme di
akhir tahun 50-an yang mendapat pendidikan perguruan tinggi. Beliau mempunyai
mimpi yang besar, agar suku bangsanya bisa maju dan hidup sama seperti
suku-suku bangsa lain di dunia. Dia adalah orang yang pada mulanya menaruh
harapan tinggi dengan datangnya Freeport
ditanah Amungkal (territory suku Amungme dalam bahasa Amungme), tetapi kemudian
kecewa dan berbalik menjadi pengkritik utama Freeport. Harapan beliau adalah
bahwa dengan adanya Freeport maka suku bangsanya bisa hidup sejahtera dan ikut
menikmati kemajuan dari pertambangan emas di sini. Oleh karena itulah, maka
beliau semasa masih menjadi Anggota DPRD Tk II Fakfak, ikut aktif membujuk
saudara-saudaranya yang enggan untuk menerima Freeport beroperasi di Amungkal
agar menerima Freeport dan mendapatkan manfaat dari sana.
Exercise
17
Yayasan
ABCD Indonesia
Yayasan ABCD Indonesia adalah sebuah institusi yang bergerak di bidang sosial dan kebudayaan.
Yayasan ini menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak baik perorangan
maupun instusi lain di dalam dan
luar negeri.
Yayasan Biografi Indonesia didirikan di Jakarta pada tanggal 16 April
1985 oleh beberapa orang serjana yang pada waktu itu bekerja sebagai peneliti
di Lembaga Research Kebudayaan Nasioanal-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LKRN-LIPI) di hadapan notaris …….
Yayasan
yang diketuai oleh …… ini juga berperan sebagai forum komunikasi antar penulis
biogrfi dan menjadi mediator bagi siapa saja yang memerlukan imformasi tentang
sejumlah tokoh Indonesia, mulai dari Gubenur, Panglima, para Jendral, serta
tokohnasional lainnya.
Dalam penelitian dan penerbitan buku …. ini,Yayasan ABCD Indonesia
bekerja sama dengan Penerbit Buku Kompas.
Exercise 18
KARTU PASCALL
Pelanggan dapat membeli kartu PASCALL yang dapat di isi ulang, dan
menggunakan nomer kartu dan PIN sebagai identifikasi untuk panggilan ke nomor
interlokal (SLJJ) atau pun internasional (SLI).
Privilege:
1. Menggunakan Kartu
2. Memasukan No.Kartu panjang maksimal 14 digit
3. Memasukan no.PIN fix 4digit
4. Bisa mengubah PIN pada menu pilihan mengubah PIN
5. Bisa menghitung jumlah pulsa tersisa ( option disable/enable)
6. Bisa menginfo tanggal kadaluwarsa setelah info saldo (option
disable/enable)
7. Bisa menginfo percakapan
terakhir dan bilingnya setelah percakapan selesai dan menu pilihan info
biling (option disable/enable)
8. Bisa menginfo saldo awal (saat masuk) dan saldo tersisa (setelah
selesai pembicaraan) dengan memilih menu info saldo (atau biaya percakapan
terakhir dan sisa saldo) (option disable/enable)
9. Bisa memberikan Greeting Under Campany lain seyelah memasukan nomor kartu
(option disable/ enable)
10. Bisa menginfo program yang sedang berjalan (dengan memilih menu info program)
11. Bisa menambah pulsa No. Kartu lain melalui voucherdan Marger
12. Komputer bisa memperlihatkan status saldo terbaru dari Detail Biling
(setelah mengisi ulang pulsa) dengan menu GUI
13. Bisa memindahkan ataupun merger pulsa pada nomor kartu debit
ataupun prepaid
14. Bisa redial last number
15. Bisa memasukkan nomor
telepon tujuan baru tanpa memutuskan call
16. Adanya menu speed dial
(option disable/enable)
17. Bisa memprovide database
yang saling berhubungan antara Profil Pemilik kartu dengan Detail Biling dengan menu GUI
18. Bisa interaksi dengan Data
Base Operator llainnya asal mempunyai spesifikasi RDBMS dan TCP^P
Exercise 19
SAMBUTAN DEWAN KOMISARIS
Assalamualaikum Warakhmatullahi Wabarokatuh,
Salam Sejahtera Bagi Kita Semua.
Dengan diiringi rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dan rasa
percaya diri yang semakin tumbuh, kami sampaikan “Annual Report” PT. Reasuransi
Internasional Indonesia (ReINDO) tahun buku 2004 yang didasarkan pada hasil
audit Laporan Keuangan perusahaan.
Secara umum hasil usaha tahun 2004 cukup memuaskan, dimana keseluruhan
realisasi hasil usaha pada tahun tersebut, bila ditinjau dari pencapaian laba
bersih dan hasil underwriting yang merupakan pendapatan pokok perusahaan,
keduanya berada di atas target yang dianggarkan, dan juga melampaui hasil
underwriting yang merupakan pendapatan pokok perusahaan. Keduanya berada di
atas target yang dianggarkan, dan juga melampaui hasil underwriting tahun 2003.
Kecuali hasil investasi yang hanya mencapai 57,41 % dari anggaran dan 44,91 %
dari hasil investasi tahun 2003. Dengan demikian kinerja perusahan pada tahun
2004 jauh lebih baik dari kinerja tahun-tahun
sebelumnya.
Pendapatan Premi Bruto sebesar Rp.399,74 miliar dan Hasil Underwriting
Bersih (HUB) sebesar Rp. 33,69 miliar, atau masing-masing 17,10 % dan 140,45 %
di atas anggaran dengan tingkat pertumbuhan mencapai 17,41 % dan 334, 54 %
dibandingkan tahun 2003. Beban Underwriting relatif dapat terkendali, dimana
kenaikan sebesar 11,71 % dari anggaran masih berada di bawah kenaikan pendapatan Underwriting yang
mencapai 15,24 % dan bila dibandingkan dengan realisasi beban Underwriting
tahun 2001, hanya mengalami kenaikan
sebesar 0,37%.
Kinerja perusahaan yang tergambar dari realisasi Rentabilitas,
Likuiditas & Solvabilitas masing-masing terealisir sebesar 5,01%, 126,72%
dan 143,78%. Seluruhnya dapat melampui target yang ditetapkan dan Nilai bobot kondisi
Keuangan perusahaan pada tahun 2002
adalah sebesar 112,31 yang berarti bahwa
kinerja perusahaan untuk tahun buku 2002 termasuk kategori Sehat Sekali.
Ekuitas mengalami peningkatan
sebesar 14,62 % dari tahun 2003
menjadi 88,85 % miliar dan total
Investasi tumbuh sebesar 8,38 % menjadi Rp. 124,94 miliar. Secara operasional,
perusahaan membukukan laba sebesar Rp. 20,53 % miliar, yang berarti mengalami
peningkatan yang cukup signifikan hingga mencapai Rp. 342,74 % dari perolehan
laba operasional tahun buku 2001 yang hanya mencapai Rp. 5,99 miliar, atau
144,93% dari anggaran yang ditetapkan. Laba bersih yang berhasil dibukukan
perusahaan mencapai sebesar 17,59 miliar (termasuk Pajak Penghasilan tangguhan
sebesar Rp.4,49 miliar), yang berarti mencapai 200,36 % dari anggaran sebesar
Rp. 8,78 miliar, dan laba bersih tahun 2002 tersebut mencapai sebesar 155,74 %
dari perolehan laba bersih tahun buku 2003 yang mencapai Rp. 22,29 miliar.
Batas Tingkat Solvabilitas (RBC)
akhir tahun 2004 tercapai sebesar 81,4 % yang berarti berada diatas RBC yang
dipersyaratkan oleh otoritas sebesar 75 %
Exercise 20
PERATURAN PERUSAHAAN
BAB I
UMUM
Pasal 1. Pengertian dan Istilah
1.
Pengertian dan istilah yang
dipergunakan dalam Peraturan Perusahaan ini adalah:
Perusahaan; Adalah PT SHIELDS INDONESIA yang didirikan
berdasarkan akta Notaris H. Dana Sasmita, S.H No. 21, tertanggal 07 Pebruari
2000 berkedudukan/berkantor di Menara Rajawali, 21st Floor, Kawasan
Mega Kuningan, Jl Mega Kuningan Lot# 5.1 Jakarta 12950, Indonesia beserta
daerah-daerah operasionalnya di seluruh Indonesia.
Pengusaha; Adalah Pemilik Perusahaan
atau Dewan Direksi yang ditunjuk mewakili Perusahaan.
Peraturan Perusahaan;
Adalah peraturan yang berisi antara lain ketentuan tentang syarat-syarat kerja
tata tertib kerja dan disiplin perusahaan serta kesejahteraan social.
Klien; adalah Sectoring atau
Sebuah Lembaga/ Organisasi/ Perusahaan yang mengadakan hubungan kerjasama usaha
yang memberikan keuntungan atas hubungan kerjasama kepada Perusahaan
Dewan Direksi; Adalah Manajemen
Perusahaan yang terdiri dario seeorang Presiden Direktur dan beberapa Direktur
yang melaksanakan pengawasan dan bertanggung jawab atas kelangsungan usaha
Perusahaan sesuai dengan fungsi jabatannya masing-masing.
Kepala Divisi atau General Manager;
Adalah salah seeorang anggota kelompok manajemen senior dimana seluruh General
Manager memiliki wewenang untuk mengatur departemennya masing-masing dan
pekerjaan terkait, dengan tegas dan bijaksana.
Supervisor/ Manager/ Assistant Manager;
Adalah seseorang Pekerja yang ditunjuk oleh Direksi Secara tertulis dengan
wewenang untuk bertindak atas nama perusahaan untuk hal-hal tertentu.
Pekerja; Adalah Orang yang
mengadakan ikatan hubungan kerja dengan PT. SHIELDS INDONESIA, yang telah
diangkat sebagai Pekerja dengan prosedur Persyaratan Penerimaan Pekerja sesuai
dengan Ketentuan dan kebijaksanaan Perusahaan dan menerima upah karena
jabatannya.
Ahli Waris; Adalah suami, istri atau
anak-anak atau orang tua atau keluarga Pekerja yang ditunjuk sesuai dengan
hukum yang berlaku untuk menerima setiap haknya apabila Pekerja meninggal
dunia.
Upah; Adalah penerimaan sebagai
imbalan dari Pengusaha kepada Pekerjauntuk suatu pekerjaan atau jasa yang telah
atau akan dilakukan\, dinyatakan atau dinilai dlam bentuk uang yang ditetapkan
menurut suatu persetujuan atau peraturan perundang-undangan dan dibayarkan atas
daar suatu perjanjian kerja antara Pengusaha dan Pekerja termasuk tunjangan
baik untuk pekerja sendiri maupun keluarganya.
No comments:
Post a Comment